Ekskavator Utama Tiba di Pelabuhan Dili, Pembukaan Jalan Antar‑Desa Siap Bergulir
Baywari Moris Foun LDA tinggal menuntaskan proses administratif sebelum ekskavator utamanya bisa dimobilisasi ke lokasi proyek jalan Remexio dan proyek kelistrikan Viqueque.
Satu unit ekskavator Zoomlion ZE215E milik Baywari Moris Foun Unipessoal LDA tiba dan bersandar di Pelabuhan Dili pada 18 Juli 2026 — alat berat yang akan menjadi armada utama pembukaan jalan baru penghubung antar‑suco di wilayah Remexio dan Viqueque. Direktur Utama perusahaan, Alcino Menezes, menyampaikan bahwa satu-satunya kendala yang tersisa saat ini adalah penyelesaian pajak, biaya agen, dan ekspedisi, sebelum unit tersebut dapat dikeluarkan dari pelabuhan dan dikirim langsung ke lokasi proyek.
Pelabuhan Dili18 Juli 2026
—Ekskavator Zoomlion ZE215E milik Baywari Moris Foun LDA tiba di Pelabuhan Dili, menjadi armada utama untuk pembukaan jalan baru penghubung antar‑suco di wilayah Remexio dan Viqueque.
Alat berat ini menjadi tulang punggung untuk seluruh rangkaian pekerjaan berat di lapangan: penggalian badan jalan, pembentukan kontur, hingga pembangunan tembok penahan (retaining wall) di titik‑titik rawan longsor. Tanpa kehadiran unit ini, pekerjaan jalan raya secara praktis tidak dapat bergerak maju — menjadikan proses pengeluarannya dari pelabuhan sebagai prioritas mendesak bagi kelangsungan proyek.
Ekskavator kita sudah di pelabuhan Dili. Kendalanya, kita butuh dana untuk membayar pajak, agen, dan biaya ekspedisi supaya alat ini bisa segera diambil dan dikirim ke lokasi.
Perusahaan menyatakan tengah mempercepat proses administratif ini bersama pihak terkait, agar kehadiran ekskavator di lapangan tidak tertunda lebih lama. Kelancaran proses ini akan menentukan seberapa cepat pekerjaan pembukaan jalan antar‑desa dapat dimulai, sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Bagian dari proyek pembukaan jalan Remexio–Aileu
Remexio, Aileu6 Juni 2026
—Tim teknis Baywari Moris Foun Unipessoal LDA melakukan survei dan peninjauan lokasi proyek sebagai bagian dari tahap awal pembangunan jalan yang akan meningkatkan konektivitas dan akses transportasi di wilayah Remexio.
Ekskavator ini dinantikan untuk mendukung proyek pembangunan jalan di Remexio yang resmi dimulai 6 Juni 2026 — diresmikan dengan kunjungan lapangan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, aparat keamanan, hingga para kepala desa setempat. Komposisi lintas sektor ini menegaskan bahwa proyek dijaga ketat, transparan, dan tertib sejak awal.
Proyek ini merupakan aset publik, sehingga kami berkomitmen untuk menyelesaikannya dengan standar kualitas terbaik, tepat waktu, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Perusahaan turut memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja lokal usia produktif, dikoordinasikan langsung bersama pemerintah desa. Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan target penyelesaian keseluruhan maksimal 12 bulan — jangka waktu yang membuat kelancaran mobilisasi ekskavator ini menjadi krusial.
Turut menopang proyek kelistrikan Viqueque
Viqueque10 Juni 2026
—Pertemuan antara Baywari Moris Foun LDA dan pemerintah Desa Uaguia menegaskan sinergi dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Viqueque.
Selain jalan Remexio, akses mobilisasi alat berat ini juga berdampak pada proyek kelistrikan pedesaan di Postu Ossu, Munisipio Viqueque. Survei komprehensif yang dilakukan pada 10 Juni 2026 mencakup analisis aksesibilitas jalan, penentuan titik logistik dan gudang sementara, hingga pemantauan topografi dan cuaca — seluruhnya bergantung pada kelancaran jalur darat yang turut dibangun lewat proyek ini.
Di sela agenda teknis tersebut, manajemen perusahaan juga mengadakan audiensi formal dengan Chefe Suco Uaguia, yang menyatakan dukungan penuh dan komitmen menjamin keamanan seluruh rangkaian pekerjaan di wilayahnya.
Bagian dari program nasional elektrifikasi 141 aldeia
Dili12 Mei 2026
—Penandatanganan kontrak proyek kelistrikan nasional menjadi tonggak dimulainya pembangunan jaringan listrik baru yang ditargetkan menjangkau 141 aldeia dengan dukungan perusahaan‑perusahaan nasional dan Kementerian Pekerjaan Umum Timor‑Leste.
Kedua proyek yang kini menanti kehadiran ekskavator ini merupakan bagian dari agenda super‑prioritas nasional. Proyek kelistrikan pedesaan lahir dari penandatanganan kontrak massal di Salaun Katedral, Dili, pada 12 Mei 2026 — menggandeng 51 perusahaan domestik, termasuk Baywari Moris Foun LDA, untuk memperluas jaringan listrik ke 141 aldeia di seluruh Timor‑Leste. Seremoni ini disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão bersama Menteri Pekerjaan Umum Samuel Marçal.
Kita merdeka agar rakyat bisa hidup lebih baik. Rakyatlah yang telah berkorban memerdekakan tanah air ini, maka kita wajib menghargai mereka dengan menyediakan fasilitas yang aman dan terjamin.
Kay Rala Xanana Gusmão — Perdana Menteri Timor‑Leste
Untuk wilayah berbukit yang sulit dijangkau jaringan kabel konvensional, Kementerian Pekerjaan Umum turut merancang pendekatan yang lebih fleksibel — memadukan jaringan kabel dengan panel surya bagi masyarakat di lereng‑lereng gunung. Seluruh instalasi jalur baru ini ditargetkan rampung pada Desember 2026, dengan masa pengerjaan intensif berlangsung 6 hingga 8 bulan — tenggat yang membuat setiap hari keterlambatan ekskavator di pelabuhan turut diperhitungkan.
Ekskavator Zoomlion ZE215E tiba di Pelabuhan Dili — 18 Juli 2026.✕ Tutup
Survei dan peninjauan lokasi proyek jalan, Remexio — 6 Juni 2026.✕ Tutup
Audiensi dengan pemerintah Desa Uaguia, Postu Ossu, Viqueque — 10 Juni 2026.✕ Tutup
Penandatanganan kontrak proyek kelistrikan nasional, Dili — 12 Mei 2026.✕ Tutup